Diskriminasi dalam pergaulan


Manusia adalah makhluk sosial. Sewajarnya mereka pasti akan membutuhkan satu sama lain untuk saling membantu dan memenuhi kebutuhan hidup. Hal tersebut sudah kita rasakan ketika kita lahir di dunia dengan adanya keberadaan keluarga kita sendiri. Di keluarga, kita akan bersosialisasi secara terang-terangan karena mereka tahu keadaan kita dari kecil. Berbeda hal nya di sekolah. Untuk pertama kali Kita akan bertemu dengan orang-orang yang tidak tahu tabiat asli kita, atau kita sebut dengan orang asing. Maka muncul lah insting mencari orang untuk dijadikan teman hingga kita bisa dekat dan saling mengenal satu sama lain. Mempunyai teman yang lebih spesial dibanding yang lainnya sudah menjadi hal lumrah dipandangan kita, Karena itu adalah sifat manusiawi. Ibaratkan dua buah jeruk, yang satu manis dan segar yang satu lagi sudah busuk kita pasti memilih jeruk yang segar. Teman spesial juga seperti itu, mereka yang lebih tahu segalanya dibanding teman yang lainnya. Kita memilih teman spesial karena pilihan kita sendiri. Dengan adanya fenomena tersebut, teman diluar spesial atau teman biasa sering kali tidak dianggap atau bahkan tidak terlihat hingga bisa dikucilkan. Jadi apakah perlu memiliki teman spesial?

Perlu atau tidak perlu itu adalah hak tiap individu. Tapi untuk bergantung berlebihan kepada teman itu bukanlah sikap yang bijak. Seperti contoh, pergi ke kantin dengan teman itu terus, jika ada teman lain yang mengajak pergi, dia tidak mau. Itu adalah tindakan diskriminasi kecil yang tanpa kita sadari ada di dalam pergaulan kita. Hingga hal tersebut dianggap lumrah dan disepelekan. Bukan hanya di sekolah, di jenjang berikutnya seperti kuliah pasti akan bertemu dengan hal seperti itu.
Perlakuan diskriminasi di dalam pergaulan perlu di sadari karena itu akan berdampak pada psikologisnya. Kita bisa membayangkan, bagaimana rasanya ketika teman yang ingin kita ajak bermain dia menolak karena hal kecil seperti bukan teman dekat lah dan sebagainya. Pasti ia merasa sedih dan bisa saja ia tidak masuk sekolah karena teman-temannya yang berlaku tidak adil terhadap dirinya.

Hal tersebut tentu saja perlu diperhatikan. Sejatinya, kita semua sama dan pasti kita akan saling membutuhkan satu sama lain tidak hanya kepada teman yang kita anggap spesial saja. Tidak masalah memilki teman spesial, yang perlu diperhatikan adalah jangan terus-menerus bergantung pada satu orang, jangan terus-menerus berharap pada satu orang, jangan berlebihan sikap ke pada satu orang. Dan seyogianya kita harus bergantung hanya kepada Allah seperti dalam QS. Fathir:15 “Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.”

Dengan kesadaran hal tersebut, kita akan lebih mempunyai sikap empati terhadap sesama dan pergaulan pun akan semakin luas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumpa pembuat 6 stiker #kindcomments di Instagram

Apa aku pandai bersandiwara di dunia ini?

Pemalas